Jalani Dengan Apa Adanya

TUHAN MEMBERIKAN SUATU MASALAH SESUAI DENGAN KUWALITAS MAHLUKNYA, SEMAKIN BESAR MASALAH YG DTURUNKAN KE MAHLUKNYA SEMAKIN TINGGI PULA KUWALITAS MAHLUK ITU. DAN JANGAN PERNAH BERLARI DARI MASALAH KARENA MASALAH BUKAN UNTUK DI HINDARI TAPI DI SELESAIKAN DENGAN BAIK BAIK.

21/11/11

Artikel Tim nasional sepak bola Indonesia

== Sejarah ==
Pada tahun [[1930-an]], di [[Indonesia]] berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond ([[NIVB]])yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie ([[NIVU]]) di tahun [[1936]] milik bangsa [[Belanda]], [[Hwa Nan Voetbal Bond]] ([[HNVB]]) milik seseorang yang berketurunan [[Tionghoa]], dan [[PSSI|Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia]] milik bumiputra. [[Nederlandsch Indische Voetbal Bond]] ([[NIVB]]) sebuah organisasi sepak bola orang-orang [[Belanda]] di [[Hindia Belanda]] menaruh hormat kepada PSSI lantaran [[Persebaya Surabaya|SIVB]] yang memakai bintang-bintang dari [[NIVB]] kalah dengan skor 2-1 melawan [[Persija Jakarta|VIJ]].


[[NIVU]] yang semula memandang sebelah mata [[PSSI]] akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan ''Gentlemen’s Agreement pada'' [[15 Januari]] [[1937]]. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara ''de facto'' dan ''de jure'' [[Belanda]] mengakui [[PSSI]]. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa [[PSSI]] dan [[NIVU]] menjadi pucuk organisasi [[sepak bola]] di [[Hindia Belanda]]. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke [[Piala Dunia FIFA|Piala Dunia]], dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan [[NIVU]] melawan tim bentukan [[PSSI]] sebelum diberangkatkan ke [[Piala Dunia FIFA|Piala Dunia]] (semacam seleksi tim). Tapi [[NIVU]] melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. [[NIVU]] melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab [[PSSI]] pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, [[PSSI]] membuktikannya. Pada [[7 Agustus]] [[1937]] tim yang beranggotakan, di antaranya [[Maladi]], [[Djawad]], [[Moestaram]], [[Sardjan]], berhasil menahan imbang 2-2 tim [[Nan Hwa]] dari [[Cina]] di [[Gelanggang Union]], [[Semarang]]. Padahal [[Nan Hwa]] pernah menyikat kesebelasan [[Belanda]] dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim [[PSSI]] mulai kesohor.

Atas tindakan sepihak dari [[NIVU]] ini, [[Soeratin]], ketua [[PSSI]] yang juga aktivis gerakan nasionalisme [[Indonesia]],sangat geram. Ia menolak memakai nama [[NIVU]]. Alasannnya, kalau [[NIVU]] diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang [[Belanda]]. Tapi [[FIFA]] mengakui [[NIVU]] sebagai perwakilan dari [[Hindia Belanda]]. Akhirnya [[PSSI]] membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di [[Solo]] pada [[1938]].

Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke [[Piala Dunia FIFA 1938|Piala Dunia Perancis 1938]] mayoritas orang [[Belanda]]. Mereka yang terpilih untuk berlaga di [[Perancis]], yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan [[Achmad Nawir]] (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua [[NIVU]], [[Johannes Mastenbroek]]. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan [[Hindia Belanda]], tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. <ref>[http://sejarah.kompasiana.com/2010/07/02/piala-dunia-1938-pssi-ditelikung-nivu/ Mimpi Manis Piala Dunia 1938], Kompasiana.com</ref>

===  [[Piala Dunia FIFA]] ===
[[Indonesia]] pada tahun [[1938]] (di masa penjajahan [[Belanda]]) sempat lolos dan ikut bertanding di [[Piala Dunia FIFA 1938|Piala Dunia 1938]]. Waktu itu [[Tim]] [[Indonesia]] di bawah nama ''Dutch East Indies'' ([[Hindia Belanda]]), peserta dari [[Asia]] yang pertama kali lolos ke [[Piala Dunia FIFA|Piala Dunia]]. [[Indonesia]] tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi [[Asia]] untuk [[Piala Dunia FIFA 1938|Piala Dunia 1938]] hanya terdiri dari 2 negara, [[Indonesia]] ([[Hindia Belanda]]) dan [[Jepang]] karena saat itu dunia [[sepak bola]] [[Asia]] memang hampir tidak ada. Namun, [[Indonesia]] akhirnya lolos ke final [[Piala Dunia FIFA 1938|Piala Dunia 1938]] tanpa harus menyepak bola setelah [[Jepang]] mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan [[Cina]].

[[Berkas:Dutch East Indies players 1938.jpg|thumb|Pemain Hindia Belanda di Piala Dunia 1938, saat melawan Hungaria]]

==== Pertandingan melawan Hongaria ====
Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di [[Stadion Auguste Delaune|Stadion Velodrome Municipale]], [[Reims]], Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda [[Het Wilhelmus]]. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."

Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.

Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, [[Sin Po]], memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".<ref>[http://sorot.vivanews.com/news/read/158666-kisah-indonesia-di-piala-dunia Kisah Indonesia di Piala Dunia], Vivanews.com</ref>

Setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama [[Piala Dunia FIFA]], dengan hasil paling memuaskan adalah  Sub Grup III Kualifikasi [[Piala Dunia FIFA 1986]]. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.

=== Piala Asia ===
Di kancah [[Piala Asia]] Indonesia pertama kali tampil di putaran final pada tahun 1996 di Uni Emirat Arab (UAE). Indonesia berhasil membuat kejutan di pertandingan pertama dengan berhasil menahan imbang Kuwait 2-2, tetapi akhirnya tersingkir di penyisihan grup setelah kalah 2-4 dari Korea Selatan dan kalah 0-2 dari tuan rumah UAE. Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun [[2004]] di China setelah menaklukkan [[Tim nasional sepak bola Qatar|Qatar]] 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan [[Tim nasional sepak bola Bahrain|Bahrain]] dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama [[Malaysia]], [[Thailand]], dan [[Vietnam]].

=== Piala AFF ===
Di kancah [[Asia Tenggara]] sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara [[Piala AFF]] (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih ''runner-up'' dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar